Pendidikan Kewirausahaan di Sekolah
Selamat siang kawan, semoga sehat dan tetap semangat. Kali ini saya akan mencoba mereview salah satu topik dari materi Prof. Dr. Dadang Sadeli, M.Si. tentang Pendidikan Kewirausahaan di Sekolah. Baiklah kita langsung saja.
Pendidikan Kewirausahaan
Pendidikan Kewirausahaan menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, pemerintah (sekolah). Pendidikan terdiri dari pendidikan informal (keluarga), pendidikan formal (sekolah), pendidikan nonformal (masyarakat).
Sasaran Pendidikan :
- Pembentukan aspek kognitif (intelektual),
- Pembentukan aspek afektif (sikap mental atau moral)
- Pembentukan asek psikomotorik (skill/keterampilan)
Tujuan Pendidikan Kewirausahaan
Mendidik seseorang untuk memiliki jiwa dan watak kewirausahaan, yang memiliki kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi.

Kemampuan kreatif dan inovatif secara riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha, kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creatif), kemauan dan kemampuan untuk mencari peluang (opportunity), kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing), dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya.
Pendidikan kewirausahaan dapat dilakukan melalui penanaman nilai-nilai kewirausahaan yang akan membentuk karakter dan perilaku untuk berwirausaha agar para peserta didik kelak dapat mandiri dalam bekerja atau mandiri usaha.
Indikator utama Kewirausahaan :
- Berpikir sesuatu yang baru (kreatif),
- Bertindak melakukan sesuatu yang baru (inovatif)
- Berkeinginan menciptakan nilai tambah (value added)
Menanam nilai-nilai kewiraushaan di sekolah :
- Pembenahan dalam kurikulum
- Peningkatan peran sekolah dalam mempersiapkan wirausaha
- Pembenahan dalam pengorganisasian proses pembelajaran
- Pembenahan proses kelompok
- Pembenahan pada diri guru
Pendidikan Berwawasan Kewirausahaan
Pendidikan yang berwawasan kewirausahaan ditandai dengan proses pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip dan metodologi kerah pembentukan kecakapan hidup pada peserta didiknya melalui kurikulum berintegrasi yang dikembangkan di sekolah.

Pendidikan kewirausahaan sangat berorientasi pada sosio psikologis. Pendidikan kewirausahaan akan mereduksi mindset peserta didik tentang tujuan dan orientasi mengikuti pedidikan untuk menjadi pegawai negeri.
Pembelajaran Aktif dalam Pendidikan Kewirauasahaan
Belajar aktif merupakan langkah cepat, berorientasi pada peserta didik, menyenangkan, partisipasi aktif peserta didik, mendukung, dan secara pribadi menarik hati.
Teknik-teknik pembelajaran aktifÂ
- Pembentukan tim (team building), membantu peserta didik menjadi lebih terbiasa satu sama lain menciptakan suatu semangat kerja sama.
- Penilaian di tempat (on the spot assesessment), mempelajari tentang perilaku, pengetahuan, dan pengalaman peserta didik
- Keterlibatan belajar seketika (immediate learning involvement), menciptakan minat awal terhadap pokok bahasan.

