TABUNGAN HARAPAN PPPK KUNINGAN KINI MENJADI KENYATAAN
Oleh : H. Mohamad Sidik, M.Pd.
Rasa bahagia dan sumringah menyembul di wajah-wajah PPPK angkatan perdana Kabupaten Kuningan. Hal itu disebabkan berbagai hak PPPK telah ditunaikan sesuai harapan. Sejak di angkat ASN PPPK awal Januari 2021, PPPK Kabupaten Kuningan telah mendapat hak sesuai ketentuan dan regulasi pemerintah. Kiranya sudah sepatutnya jika PPPK di Kabupaten Kuningan bersukur atas tabungan harapan yang jadi kenyataan sebagai hak yang telah diterima dari mulai gaji, tunjangan istri/suami, tunjangan anak, tunjangan beras, tunjangan BPJS Kesehatan, Tunjangan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Tunjangan Jaminan Kematian (JKM), rapelan gaji dan yang terkini adalah tunjangan fungsional (Jafung) yang terbayarkan di bulan Desember dan sisanya akan dibayar secara rapel. Mudah-mudahan kedepannya dilanjutkan dengan dibayarnya TPP, aamiin…
Sejak awal muncul regulasi PPPK, Kabupaten Kuningan merupakan Kabupaten di Jawa Barat yang selesai pertama kali dalam pemberkasan PPPK sehingga TMT dan awal penggajian sudah dimulai sejak Januari 2021. Hal itu terwujud karena adanya kolaborasi kerja ikhlas dan cerdas antara Pemerintah daerah, BKPSDM, Disdikbud, BPKAD Kabupaten Kuningan. Pemerintah Daerah kabupaten Kuningan dengan para SKPD terkait selalu siap meraga sukma dan konsen mendukung terwujudnya regulasi PPPK dan hak PPPK. Hal lain yang tak kalah penting adalah karena PPPK Kabupaten Kuningan cukup solid dalam membantu secara kolektif pemberkasan PPPK.
Bagi kami, hal pertama yang terlintas dalam benak para PPPK adalah rasa sukur yang tiada tara. Kami memiliki berbagai rasa berpenetrasi antara haru dan gembira. Mungkin apa yang disampaikan hanya sebagai pelengkap lebih dari itu mungkin menjadi sebuah pengingat, bahwa kami telah berhasil menyemai cerita tentang perjuangan nasib secara utuh. Waktu berlalu begitu cepat. Belasan tahun kami mengabdi menjadi kenangan demi kenangan. Tahun 2021 merupakan waktu dimana kami memetik buah keberhasilan sebagai ASN PPPK. Kami berharap, semua tetap menjadi bibit unggul yang siap menjelajah melewati batas ruang dan waktu.
Apapun nama yang dilekatkan kepada kami dahulu, baik honor, sukwan, atau apapun namanya itu akan menjadi pemanis dalam setiap memori yang kami ukir bersama. Pada ahirnya menyebut honor akan terasa jadi horor. Kini hari-hari itu sudah usai. Status Honor dan sukwan itu kini sudah terlipat rapih bersama kenangan, kami kini adalah ASN PPPK. Kami ingin memuaskan semua orang, minimal dapat memuaskan keluarga dengan merasakan penghasilan sebagai ASN PPPK, memuaskan dengan perbuatan positif seperti di ijazah S1 dan S2 kami yaitu dengan predikat sangat memuaskan.
Pada masa pandemi kami sering disuruh cuci tangan. Tapi hakikatnya kami tidak boleh cuci tangan atas persoalan pendidikan. Kami jadi PPPK adalah garis tangan yang pasti memerlukan campur tangan agar PPPK jadi buah tangan untuk Kabupaten Kuningan. Pada akhirnya, itu semua membuat kami tahu bahwa ini adalah masa emas dimana kami mengetahui siapa kami sebenarnya dan kini PPPK harus siap menumbuhkan pohon masing-masing. Menjadi pengabdi untuk negeri dan siap mengejar mimpi, yang siap saling berpegangan hati sampai tak mampu lagi saling bergandengan tangan.
Dengan adanya PPPK angkatan kedua di kabupaten Kuningan, hal ini menunjukan keberpihakan pemerintah kepada para guru honor khususnya dan pegawai honor pada umumnya. Hal ini merupakan kado indah untuk semua yang telah mengabdi bertahun – tahun. Kami menabung harapan kepada PPPK angkatan kedua untuk senantiasa satu hati, satu rasa, satu pikiran, satu tujuan dengan tetap mengedepankan kompak, solid, seiring sejalan untuk kebaikan dan kemajuan PPPK dan pendidikan di Kuningan.
