Nilai-nilai Kewirausahaan
Hai sobat, semoga sehat dan tetap semangat. Kali ini saya akan mencoba mereview salah satu topik dari materi Prof. Dr. Dadang Sadeli, M.Si. tentang Nilai-nilai Kewirausahaan. Baiklah kita langsung saja.
Nilai–nilai Wirausaha dalam Organisasi Bisnis
- Wirauasaha telah dianggap memiliki kemampuan untuk mandiri dan berhasil
- Wirausaha memberikan peluang kerja bagi orang lain
- Berwirausaha memungkin orang dapat melakukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
- Berwirausaha mendapatkan kebebasan keuangan dan waktu yang cukup untuk melakukan berbagai kegiatan yang mereka sukai bersama teman dan keluarganya
Sifat Pelaku Bisnis Sejati
- Tidak takut melarat untuk sementara, karena ia yakin melalui usahanya ia akan menjadi kaya dibelakang hari
- Selalu memiliki kesediaan untuk menunda kesenangan sementara, demi kebahagian yang lebih besar
- Penundaan kesenangan adalah selaras dengan sikap hidup hemat dan tidak konsumtif.
Kewirausahaan dalam Konteks Kehidupan Sehari-hari
- Kemampuan kuat untuk berkarya dengan semangat mandiri
- Mampu membuat keputusan yang tepat dan berani mengambil resiko
- Kreatif dan Inovatif
- Tekun teliti dan produktif
- Berkarya dengan semangat kebersamaan dan etika bisnis yang sehat.
- Membuat keputusan-keputusan penting dan mengambil risiko tentang tujuan dan sasaran perusahaan bidang usaha dan pasar yang akan dilayani.
- Mencari dan menciptakan berbagai cara baru , terobosan baru dalam mendapatkan masukan serta mengolahnya menjadi barang dan jasa yang menarik dan memasarkan barang dan jasa tersebut untuk memuaskan langganan sekali gus memperoleh keuntungan.
Karakter yang Dibutuhkan untuk mendukung menjadi wirausaha yang sukses
- Daya Gerak (drive) mis, inisiatif, semangat, tanggungjawab, ketekunan dan kesehatan.
- Kemampuan berpikir (thinking ability) mis, gagasan asli, kreatif, kritis dan analitis.
- Kemampuan membina relasi (competency in human relation), mis mudah bergaul, mempunyai tingkat emosi yang stabil, ramah, suka membantu, kerja sama, penuh pertimbangan, bijaksana.
- Mampu menyampaikan gagasannya (communication skills), mis dapat menyampaikan pesan secara lisan maupun tulisan.
- Memiliki kekhlian khusus seperti menguasai proses produksi atau pelayanan yang dibidanginya, dan tahu dari mana mendapatkan informasi yang diperlukan
Kunci Sukses dari para Wirauasaha
- Motivasi, yaitu keinginan menjadi sosok yang berguna bagi masyarakat melalui prestasi kerja sebagai entrepreneur.
- Pengetahuan, yaitu keinginan belajar terus agar tidak menjadi usang dalam perubahan situasi persaingan usaha.
- Menjalani, yaitu keinginan berhasil yang didukung dengan perencanaan matang yang dipersiapkan secara realistis sesuai dengan kebutuhan mengahdapi persaingan dan kemampuan melaksanakannya.
- Mau dan mampu berkomunikasi , tawar menawar dan musyawarah dengan berbagai pihak terutama para pembeli / pelanggan
- Menghadapi hidup dan menangani usaha dengan terencana , jujur, hemat dan disiplin
- Mencintai kegiatan usahanya serta lugas dan tangguh tetapi cukup luwes dalam melinduginya
- Mau dan mampu meningkatkan kapasitas diri sendiri dan kapasitas perusahaan dengan memanfaatkan dan memotivasi orang lain
- Melakukan perluasan dan mengembangkan usaha dengan risiko moderat
- Berusaha mengenal dan mengendalikan lingkungan serta menggalang kerja sama dan saling menguntungkan dengan berbagai pihak
Ciri dan Cara Wirausahawan Tangguh
- Berpikir stratejik serta adaptif terhadap perusahaan dalam berusaha mencari peluang keuntungan termasuk yang mengandung risiko yang agak besar
- Selalu berusaha untuk mendapat keuntungan melalui berbagai keunggulan dalam memuaskan pelanggan
- Berusaha mengenal dan mengendalikan kekuatan dan kelemahan perusahaan dan pengusahanya, serta meningkatkan kemampuan dengan sistem pengendalian
- Selalu berusaha menigkatkan kemampuan dan ketangguhan perusahaan terutama dengan pembinaan motivasi dan semangat kerja.
Ciri dan Cara Wirausaha Unggul
- Berani mengambil risiko dan mampu menyelesaikannya.
- Berusaha menghasil karya yang baik bagi pelanggan, pemilik, pemasok, tenaga kerja, dan masyarakat.
- Antisipatif terhadap perubahan, dan akomodatif terhadap lingkungan
- Kreatif mencari dan menciptakan peluang
- Selalu berupaya meningkatkan produktivitas, dan efisiensi
- Selalu berusaha meningkatkan keunggulan
Faktor Keberhasilan seseorang dalam berwirausaha
- Bekerja keras, cerdas, dan ikhlas.
- Fokus pada tujuan
- Menjunjung tinggi komitmen
- Memandang karyawan sebagai aset
- Pengunaan anggaran tepat sasaran
Tipe-tipe kepribadian pembisnis
- The Improver, yaitu pemimpin yang memiliki kepribadian ingin selalu memperbaiki
- The Advisor, yaitu pemimpin yang bersedia memberikan bantuan dan saran tingkat tinggi bagi para pelanggannya
- The Superstar, yaitu pemimpin yang dikelilingi oleh karisma dan energi tinggi
- The Artist, yaitu kepribadian pemimpin yang senang menyendiri tapi memiliki kreativitas yang tinggi.
Nilai-nilai Entrepreneur dalam Organisasi Pemerintah
Menata ulang birokrasi pemerintahan (Reinventing the Goverment) (David Osborne, 1992) :
- Dominasi pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik harus segera dikurangi, selanjutnya secara bertahap diserahkan kepada sektor publik/masayarakat
- Memberikan sepenuhnya kepada masyarakat otoritas serta kepercayaan untuk mau melayani dan menolong dirinya sendiri to help for self helf, bukan sebaliknya ingin diladeni atau dilayani.
- Birokrasi harus segera dibersihkan dari praktek dan intervensi banyak kepentingan partai politik penguasa. Praktek monopoli harus segera diakhiri, kecuali untukmelindungi hajat hidup rakyat banyak
- Rumusan kebijakan, tujuan dan sasaran yang jelas, dengan memberikan kesempatan kepada setiap elemen pemberi pelayanan untuk merumuskan sendiri langkah dan aturan teknis pelaksanaannya.
- Pemerintahan yang berorientasi kepada hasil /kinerja, bukan input/masukan atau proses sebagai tolok ukur penilaian.
- Pemerintahan yang berorientasi kepada pelenggan (rakyat), bukan birokrat dan memdengarkan suara rakyat.
- Pemerintah wirausaha (entrepreneur), menghasilkan ketimbang membelanjakan. Birokrasi dijalankan dengan prespektif investasi , yang tidak dimaknai mendatangkan uang, tetapi sebagai aktivitas yang berkenaan menyimpan.
- Pemerintah antisipatif , melalui upaya pencegahan dari pada mengobati.
- Membangun pemerintahan desentralisasi, dengan memberikan wewenang untuk mengambil keputusan kepada tingkat lini terdepan pemberi pelayanan.
- Pemerintahan berorientasi pasar dengan, dari pendekatan instruksi menuju pendekatan insentif.
Prinsip-prinsip good governance bagi pimpinan pemerintahan
- Partisipatif (Participation)
- Penegakan Hukum (Law enforcement)
- Keterbukaan (Transparancy)
- Responsif (Responsiveness)
- Kesetaraan (equity)
- Visi yang strategis (Strategic vision)
- Efektif dan Efisien (effectiveness dan efficiency)
- Profesionalisme (Profesionalism)
- Akuntabilitas (Accountability)
- Pengawasan (control)
Pengawasan meliputi :
- Partisipatif yaitu kepemimpinan yang mendorong bawahannya untuk menggunakan haknya untuk mengemukakan pendapat dalam penyusunan kebijakan organisasi.
- Penegakan hukum , yaitu kepemimpinan yang menjamin bahwa penegakan hukum dan pengamanan hukum di lingkungan organisasi berlangsung secara adil dan tidak diskriminatif, serta mendukung hak azasi manusia dengan mempertimbangkan tata nilai yang berlaku dimasyarakat
- Keterbukaan yaitu kepemimpinan yang berupaya membangun rasa saling percaya antara pemimpin dengan bawahannya, pemimpin harus memberikan informasi yang memadai pada bawahannya dan mempermudah akses bawahan terhadap berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat yang berkepentingan.
- Responsif, kepemimpinan yang dapat meningkatkan kecepatan penyelenggara organisasi dalam memberikan tanggapan terhadap protes, permasalahan dan keinginan stakeholders tanpa pengecualian
- Kesetaraan, yaitu kepemimpinan yang dapat memberikan kesempatan yang sama pada semua karyawan untuk meningkatkan kesejahteraannya tanpa pengecualian
- Visi yang strategis, yaitu kepemimpinan yang memformulasikan strategi kelembagaan, yang ditunjang dengan sistem penganggaran yang memadai, akan meningkatkan rasa memiliki dan rasa tanggungjawab seluruh anggota organisasi untuk mendukung kemajuan organisasinya.
- Efektif dan Efisien, yaitu kepemimpinan yang memberikan layanan untuk memenuhi stakeholders dengan memanfaatkan sumberdaya secara optimal dan bertanggungjawab.
- Profesionalisme, yaitu kepemimpinan yang dapat meningkatkan kemampuan, keterampilan dan moral anggota organisasi sehingga mreka memiliki rasa tanggungjawab untuk memberikan layanan yang mudah didapat, cepat, teliti dan terjangkau.
- Akuntabilitas, yaitu kepemimpinan yang dapat memperkuat pertanggungjawaban para pembuat keputusan organisasi pada semua aspek (politik, keuangan, dan anggaran).
- Pengawasan, yaitu kepemimpinan yang dapat menerapkan pengendalian dan pengawasan yang lebih ketat terhadap operasional manajemen kelembagaan dengan cara melibatkan stakeholders.
Prinsip-prinsip tatakelola Kepemimpinan Pendidikan
- Partisipatif
- Keterbukaan
- Responsif
- Kesetaraan
- Efektif dan efisien
- Profesionalisme
- Akuntabilitas
- Pengawasan
- Penegakan hukum
Kontribusi Human Capital terhadap penciptaan budaya Kewirausahaan
- Promosi budaya Wirausaha
- Promosi penyuluhan dan kemampuan wirausaha melalui sistem pendidikan dan mendorong hubungan yang lebih dekat antara akademisi dan pasar tenaga kerja
- Pengembangan kerangka kerja untuk memfasilitasi dan penekanan dini tentang pelatihan kewirausahaan
- Rencana pendidikan dan pelatihan kewirausahaan nasiona
- Pengembangan pusat-pusat pendidikan untuk pengembangan kemampuan kewirausahaan antar siswa
- Pelatihan guru untuk pengembangan proyek pendidikan yang difokuskan pada kewirausahaan
- Mendorong pengembangan program yang memuat upaya pengembangan kewirausahaan diberbagai tingkatan pendidikan, dasar, lanjutan pertama, lanjutan atas, dan tinggi.
Demikian sekilas review tentang Nilai-nilai Kewirausahaan, semoga review ini dapat membantu dan bermanfaat.


