Inovasi Pembelajaran K13


Diskon : Oppo A37 Limited:14%.

Salam jumpa, semoga sehat dan tetap semangat. Kali ini saya akan mencoba berbagi informasi tentang Inovasi Pembelajaran K13. Baiklah kita langsung saja.

Dalam setiap lembaga pendidikan tentunya tidak lepas dari media pembelajaran yang menjadi fasilitator, untuk menunjang proses belajar mengajar yang baik harus didukung dengan beberapa aspek diantaranya bisa mengacu pada sumber daya manusia, alat, potensi, dan sebagainya.
Maka dari sinilah harus adanya seperangkat dan kerangka media pembelajaran yang disebut kurikulum. Lembaga pendidikan tidak terlepas dari kurikulum yang menjadi landasan dan acuan proses dalam mengajar untuk menciptakan manusia cerdas dan mencapai tujuan-tujuan tertentu.
Pembelajaran adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Pengalaman bisa bersifat pribadi, dan non pribadi seorang manusia
Bahwa pembelajaran itu sendiri merupakan proses dimana menuju kedewasaan seseorang baik dari segi keilmuan, keterampilan, dan keahlian. Dalam dunia pendidikan itu sendiri metode pembelajaran sangat berfareatif.

A. Pengertian Kurikulum
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja.
Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.

B. Landasan Kurikulum
1. Landasan Filsafat
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa (UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Untuk mengembangkan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat, pendidikan berfungsi mengembangkan segenap potensi peserta didik “menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab” (UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional).
Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional maka pengembangan kurikulum haruslah berakar pada budaya bangsa, kehidupan bangsa masa kini, dan kehidupan bangsa di masa mendatang.
Pendidikan berakar pada budaya bangsa. Proses pendidikan adalah suatu proses pengembangan potensi peserta didik sehingga mereka mampu menjadi pewaris dan pengembang budaya bangsa. Melalui pendidikan berbagai nilai dan keunggulan budaya di masa lampau diperkenalkan, dikaji, dan dikembangkan menjadi budaya dirinya, masyarakat, dan bangsa yang sesuai dengan zaman dimana peserta didik tersebut hidup dan mengembangkan diri. Kemampuan menjadi pewaris dan pengembang budaya tersebut akan dimiliki peserta didik apabila pengetahuan, kemampuan intelektual, sikap dan kebiasaan, keterampilan sosial memberikan dasar untuk secara aktif mengembangkan dirinya sebagai individu, anggota masyarakat, warganegara, dan anggota umat manusia.
Pendidikan juga harus memberikan dasar bagi keberlanjutan kehidupan bangsa dengan segala aspek kehidupan bangsa yang mencerminkan karakter bangsa masa kini. Oleh karena itu, konten pendidikan yang mereka pelajari tidak semata berupa prestasi besar bangsa di masa lalu tetapi juga hal-hal yang berkembang pada saat kini dan akan berkelanjutan ke masa mendatang

2. Landasan Teoritis
Kurikulum dikembangkan atas dasar teori pendidikan berdasarkan standar dan teori pendidikan berbasis kompetensi.
Pendidikan berdasarkan standar adalah pendidikan yang menetapkan standar nasional sebagai kualitas minimal hasil belajar yang berlaku untuk setiap kurikulum. Standar kualitas nasional dinyatakan sebagai Standar Kompetensi Lulusan.

3. Landasan Yuridis
Secara konseptual, kurikulum adalah suatu respon pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat dan bangsa dalam membangun generasi muda bangsanya. Secara pedagogis, kurikulum adalah rancangan pendidikan yang memberi kesempatan untuk peserta didik mengembangkan potensi dirinya dalam suatu suasana belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan kemampuan dirinya untuk memiliki kualitas yang diinginkan masyarakat dan bangsanya.

4. Landasan Empiris
Pada saat ini perekonomian Indonesia terus tumbuh di tengah bayang-bayang resesi dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 2005 sampai dengan 2008 berturut-turut 5,7%, 5,5%, 6,3%, 2008 : 6,4% (www.presidenri.go.id/index.php/indikator). Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi negara- negara ASEAN sebesar 6,5 – 6,9 % (Agus D.W. Martowardojo, dalam Rapat Paripurna DPR.


C. Peranan Kurikulum
Kurikulum mempunyai peranan yang sangat penting diantaranya sebagai berikut :
1. Konservasi
2. Kritis Evaluatif
3. Kreatif

D. Fungsi Kurikulum
Fungsi Kurikulum Bagi Sekolah yang Bersangkutan adalah sebagai berikut :
1. Sebagai alat mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.
2. Sebagai pedoman mengatur segala kegiatan sehari-hari di sekolah tersebut.

E. Level Kurikulum
Ideal Kurikulum-Formal Kurikulum-Preceived Kurikulum-Operasional Kurikulum-Experienced Kurikulum

F. Kurikulum 2013
Dari sekian banyak unsur sumber daya pendidikan, kurikulum merupakan salah satu unsur yang bisa memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik. Jadi tidak dapat disangkal lagi bahwa kurikulum, yang dikembangkan dengan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi:

  1. manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; dan
  2. manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan
  3. warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi merupakan salah satu strategi pembangunan pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Kurikulum 2013 lebih menekankan pada pengetahuan Teknologi dan Karekter siswa maka dari itu dalam pemebelajaran dikelas menggunakan pembelajaran aktif dengan menggunakan metode SCAMPER atau ATM.

G. Problem Based Learning
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
2. Membantu mendefinisikan
3. Membantu mengumpulkan info

  • Pembelajaran dikelas menggunakan Metode ATM :
    1. Amati
    2. Tiru
    3. Modifikasi
  • Pembelajaran dikelas menggunakan Metode SCAMPER :
    1. Subtitute (Mengganti)
    2. Combine (Kombinasi)
    3. Adapt (Adaptasi)
    4. Magnify (Memperbesar)
    5. Put To Other Uses (Meletakkan ke fungsi lain)
    6. Eliminate (Mengecilkan)
    7. Rearrange (Mengatur ulang)
  • Teori Belajar
    1. Behaviorisme
    2. Kontruktivisme
  • Iptek
    1. Generasi Z
    2. Generasi Citizen
    3. Generasi Globalisasi

H. Pembelajaran Aktif
Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Di samping itu pembelajaran aktif (active learning) juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/anak didik agar tetap tertuju pada proses pembelajaran. Perbedaan pembelajaran konvensional dengan pembelajaran active learning sebagai berikut ;
Pembelajaran konvensional
Berpusat pada guru, Penekanan pada menerima pengetahuan, Kurang menyenangkan, Kurang memberdayakan semua

Pembelajaran Active learning.
Berpusat pada anak didik, Penekanan pada menemukan, Sangat menyenangkan.

Demikianlah artikel tentang Inovasi Pembelajaran K13. Semoga artikel ini bermanfaat dan apabila pembaca merasa terbantu mohon bagikan juga artikel ini pada yang lain.